Showing posts with label Poem. Show all posts
Showing posts with label Poem. Show all posts
November 22, 2011
The Road Not Taken
I'm sure a lot of you know about this poem. This poem really inspire me especially when I'm in conflict and dilemma; got to choose the best choice among them. Enjoy...
THE ROAD NOT TAKEN
Two roads diverged in a yellow wood,
And sorry I could not travel both
And be one traveler, long I stood
And looked down one as far as I could
To where it bent in the undergrowth;
Then took the other, as just as fair,
And having perhaps the better claim
Because it was grassy and wanted wear,
Though as for that the passing there
Had worn them really about the same,
And both that morning equally lay
In leaves no step had trodden black.
Oh, I marked the first for another day!
Yet knowing how way leads on to way
I doubted if I should ever come back.
I shall be telling this with a sigh
Somewhere ages and ages hence:
Two roads diverged in a wood, and I,
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.
By: Robert Frost
AAA : Really miss my English teacher, Miss Rabiah. I gonna see you soon, miss!
November 6, 2011
Ada Apa Dengan Aidiladha?
Ada apa dengan Aidiladha?
Apakah untuk sekadar memperingati peristiwa Nabi Ibrahim AS yang terpaksa menyembelih puteranya?
Apakah cukup sekadar kita tahu kaitannya dengan ibadah Haji, rukun Islam kelima?
Apakah ianya suatu simbolik dengan rebahnya lembu dan unta?
Atau apakah sekadar cukup dengan gemaan takbir di langit membiru cuma?
Apakah aku masih belum mengerti maksud di sebalik sinarmu ya Aidiladha?
Apakah aku masih jauh tersasar di jalan Tuhanku yang maha esa lagi maha kaya?
Ada apa dengan Aidiladha?
Aidiladha bukan hanya mengenai peristiwa Nabi Ibrahim AS bersama puteranya...
Aidiladha bukan hanya tentang ibadah haji yang dikerjakan di Masjidil Haram nun di sana...
Aidiladha bukan sekadar simbolik dengan menyembelih lembu dan unta...
Aidiladha bukan sekadar laungan takbir yang sayu dan mencengkam jiwa..
Bukan! Bukan sekadar itu!
Namun lebih daripada itu..
Ada apa dengan Aidiladha?
Apakah kau lupa pengorbanan ibumu dari dalam kandungan hingga menjengah ke dunia?
Apakah kau lupa pengorbanan bapamu yang berbanting tulang mencari nafkah untuk keluarga?
Apakah kau lupa pengorbanan gurumu yang mengajarmu daripada buta hingga celik semuanya?
Apakah kau lupa pengorbanan sahabatmu yang sedia di sisi di saat suka mahupun duka?
Apakah kau lupa pengorbanan dirimu sendiri demi impian yang kau kejar sekian lama?
Apakah kau lupa?
Ada apa dengan Aidiladha?
Jika kau lupa, tanyakan pada dirimu kenapa
Jika kau hanya berpura-pura, pijaklah dunia yang nyata
Jika kau keliru, carilah jawapannya
Jika kau tersesat, mohonlah petunjuk Yang Maha Esa
Ada apa dengan Aidiladha?
Adakah hanya sekadar nama?
| Ihsan : ILuvIslam.com |
Salam Aidiladha daripada saya, Azwan Lai Azahary
kepada pembaca semua...
AAA: tahun ni raya pertama kat perantauan... makan je la apa yang ada...
September 8, 2011
Jangan Kau Kembali!
Dahulu…
Kau buang aku..
Kau acuhkanku..
Kau campakkanku..
Setelah puas kau permainkan hatiku…
Kemarin…
Kau menangis terdiam..
Ungkapkan akan luka dan sesal..
Menyatu dalam sedu sedan..
Yang tertelan dalam kelamnya malam..
Aku hanya mampu tersenyum..
Inilah kehidupan…
Kau t’lah terluka olehnya..
Oleh kekasih yang kau puja..
Hingga kau abaikanku, sang permata cinta..
Dan kau sesali semua..
Hanya tawa riang waktu yang bahagia..
Puas permainkanmu hingga merana..
Aku pun hanya mampu berkata..
Jangan pernah kembali..
Merengek bak bayi kelaparan..
Semua sesalmu tiada berarti..
Dan inilah kehidupan..
Yang akan terus kau jalani..
March 19, 2010
Pertemuan Ini
Aku pernah cuba untuk mengintai pintu hatimu
Namun siapa tahu
Tiada lagsung ruang
Tiada langsung peluang
Untukku
Tapi tetap kuusahakan jua
Menerobos jauh ke dalam jiwamu
Ternyata egomu terlalu kukuh
Dinding keangkuhanmu stinggi langit
Tiada ku percaya kau buat ku begini
Terkapai-kapai di lautan hati
Ke sana ke mari tannpa henti
Biar lelah menikam jasad
Biar luka mencengkam hati
Ku tetap setia menanti
Dari hari ke hari
Jawapan yang tidak pasti
Meniti dari bibirmu
Sudah kuduga nasibku begini
Kau terlalu memilah pasangan hati
Mengapa harus begini?
Apa kurangnya ku ini?
Mengapa kau menghampakan aku yang sekian lama menanti?
Ku tahu mengapa
Kau suka permainkan perasaan insan bergelar pria
Kau perbodohkan kami semua
Akhirnya yang tinggal tiada apa
Namun siapa tahu
Tiada lagsung ruang
Tiada langsung peluang
Untukku
Tapi tetap kuusahakan jua
Menerobos jauh ke dalam jiwamu
Ternyata egomu terlalu kukuh
Dinding keangkuhanmu stinggi langit
Tiada ku percaya kau buat ku begini
Terkapai-kapai di lautan hati
Ke sana ke mari tannpa henti
Biar lelah menikam jasad
Biar luka mencengkam hati
Ku tetap setia menanti
Dari hari ke hari
Jawapan yang tidak pasti
Meniti dari bibirmu
Sudah kuduga nasibku begini
Kau terlalu memilah pasangan hati
Mengapa harus begini?
Apa kurangnya ku ini?
Mengapa kau menghampakan aku yang sekian lama menanti?
Ku tahu mengapa
Kau suka permainkan perasaan insan bergelar pria
Kau perbodohkan kami semua
Akhirnya yang tinggal tiada apa
Subscribe to:
Posts (Atom)

